Cara Menggunakan Kalkulator Produktivitas BCM Alat Angkut
Saya memasukkan nilai contoh dalam masing masing parameter diatas. Silahkan klik Hitung Produktivitas BCM/Jam untuk mengetahui hasil BCM yang muncul, atau klik Reset untuk mengosongkan semua nilai contoh yang saya input diatas.
Silahkan Reload halaman ini untuk memunculkan kembali nilai contoh yang saya berikan.
Keterangan Masing Masing Parameter
1. Spesifikasi Kapasitas Vessel
Cara mengisi parameter ini adalah dengan memasukkan data kapasitas volume standard vessel dan kapasitas volume aktual dilapangan. Di beberapa perusahaan (khususnya di hauling coal transport) ada yang menambahkan plat atau papan kayu di pinggiran atas vessel unit (istilah nya nambah siring) untuk menambah volume aktual yang bisa dibawa unit dalam 1 cycle time.
Sedangkan di area PIT tambang unit hauling OB transport pada umumnya tidak menambahkan siring diatas vessel (khususnya di unit Dump Truck, bukan ADT, HD), sehingga membuat kapasitas volume aktual yang bisa dibawa unit DT tersebut cenderung lebih kecil dari kapasitas volume standardnya.
2. Komponen Cycle Time Aktual Unit Angkut
Parameter ini berisi tentang pergerakan unit angkut dalam 1 siklus waktu (1 rit) dimulai dari posisi start kosongan, loading, hauling, dumping, hauling, sampai dengan posisi kosongan kembali di titik start.
Cara paling mudah dalam mengambil sampel menghitung cycle time unit angkut ini misalnya mulai on stopwatch menghitung saat posisi unit kosongan di front depan alat muat sampai dengan posisi unit kosongan kembali lagi di front depan alat muat.
3. Ketersediaan Alat Angkut
Ketersediaan alat angkut sangat di pengaruhi oleh Mechanical Availability (MA) dan juga Effective Utility (Eu).
Bagaimana menghitung MA dan Eu ini bisa anda lihat Menghitung Ketersediaan Alat Ditambang.
4. Swell Factor konversi volume ke bcm
Saya memasukkan parameter Swell Factor ini agar perolehan produktivitas unit angkut dalam volume meter kubik (m³) bisa dikonversi ke Bank Cubic Meter (BCM). Sedangkan untuk nilai Swell Factor itu sendiri dipengaruhi oleh densitas jenis material tersebut. Misalnya Densitas batubara berbeda dengan densitas Clay, sehingga material batubara mempunyai nilai yang tidak sama dengan material Clay. Begitu juga dengan Top Soil, mudstone, dll.
Untuk lebih jelasnya, silahkan anda kordinasikan tentang nilai Swell Factor ke Departemen Engineering atau Main Plan atau departemen yang mengetahui densitas material di site anda.
5. Jumlah total unit angkut
Parameter ini berisi tentang jumlah total unit angkut yang beroperasi di site.
Sebenarnya saya kurang sependapat di poin ini karena masing-masing unit angkut bisa mempunyai Kapasitas Vessel, Mechanical Availability dan Effective Utility dan Cycle Time unit yang berbeda. Men generalisasi semua unit angkut bisa membuat hitungan Produktivitas BCM alat angkut berbeda dari perolehan produktivitas BCM aktual.
Contoh: Total unit angkut di site adalah 30 unit, terdiri dari 8 unit HD, 10 unit DT, dan 12 unit ADT. Masing masing jenis unit tersebut jelas memiliki kapasitas std dan aktual, serta MA Eu dan cycle time yang berbeda.
Namun, jika semua populasi unit angkut di site mempunyai Kapasitas Vessel, MA, Eu, dan cycle time yang kurang lebih sama, maka anda bisa memasukkan jumlah total unit angkut anda di poin ke 5 parameter ini.
Kalkulator Produktivitas BCM/Jam Alat Angkut
Kalkulator Produktivitas BCM/Jam Alat Angkut adalah kalkulator yang digunakan untuk menghitung berapa BCM/Jam produktivitas alat angkut dengan jenis unit DT, ADT, dan HDT yang ada di tambang.
DT — Dump Truck
Umumnya digunakan sebagai unit angkut dengan konfigurasi roda seperti 6, 10, atau 12 roda, tergantung tipe dan spesifikasi unit.
ADT — Articulated Dump Truck
Unit angkut dengan rangka artikulasi yang dirancang untuk bekerja pada medan berat, kondisi jalan yang tidak rata, maupun kondisi tanah yang sulit, termasuk medan berlumpur.
HDT — Heavy Duty Truck
Unit angkut heavy-duty yang dirancang untuk membawa muatan besar dan digunakan pada kegiatan pengangkutan material dengan tuntutan kapasitas dan ketahanan kerja yang tinggi.
Standard Vessel Capacity (Svc)
Kapasitas standard muatan vessel (bak) truck atau alat angkut, dalam satuan m³.
Real Vessel Capacity (Rvc)
Kapasitas muatan nyata vessel alat angkut, dalam satuan m³.
Setting Time Front (Stf)
Waktu yang dibutuhkan unit angkut untuk menempatkan posisi di front loading area sebelum unit dimuati, dalam satuan detik.
Loading Time (Lt)
Waktu yang dibutuhkan unit angkut selama proses pemuatan material, dalam satuan detik.
Hauling Time Full (Htf)
Waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut material dari front ke disposal dalam kondisi unit angkut penuh muatan, dalam satuan detik.
Setting Time Disposal (Std)
Waktu yang dibutuhkan unit angkut untuk memposisikan unit saat berada di disposal, dalam satuan detik.
Drop Time (Dt)
Waktu yang diperlukan alat angkut saat menumpahkan atau membongkar material di disposal, dalam satuan detik.
Hauling Time Empty (Hte)
Waktu yang dibutuhkan unit angkut untuk kembali dari disposal ke front area dalam kondisi kosong, dalam satuan detik.
Mechanical Availability (Ma)
Ketersediaan alat angkut berdasarkan dari kondisi mekanikal alat tersebut, dalam %.
Effective Utility (Eu)
Ketersediaan alat angkut berdasarkan dari penggunaan efektif alat tersebut, dalam %.
Swell Factor (SF)
Faktor pengembangan volume material dari kondisi bank (kondisi asli material sebelum digali) menjadi kondisi loose (kondisi material terurai setelah digali). Digunakan untuk mengonversi produktivitas LCM menjadi BCM. Untuk mendapatkan nilai Swell Factor yang akurat, anda bisa kordinasi dengan Engineering yang tahu tentang densitas material di area kerja anda.
Rumus konversi:
BCM/Jam = LCM/Jam ÷ Swell Factor
Jumlah Unit Angkut (N)
Jumlah total unit angkut yang beroperasi dan diperhitungkan dalam wilayah atau area kerja yang sedang dianalisa.
Fill Factor Vessel Capacity (Fvc)
Faktor pengisian kapasitas muatan material ke vessel alat angkut. Merupakan perbandingan antara kapasitas nyata vessel dengan kapasitas standar vessel. Satuan %.
Cycle Time Truck (Ctr)
Waktu edar yang diperlukan alat angkut untuk menyelesaikan 1 trip pekerjaan. Hasil ditampilkan dalam satuan menit.
Produktivitas 1 Unit (LCM)
Produktivitas satu unit truck atau alat angkut berdasarkan parameter yang dimasukkan ke dalam kalkulator. Nilai ini merupakan hasil produktivitas dalam kondisi loose dan ditampilkan dalam satuan LCM/jam sebelum dikonversi menggunakan Swell Factor.
Produktivitas Total (BCM)
Produktivitas total seluruh unit angkut yang diperhitungkan. Produktivitas LCM dikonversi menjadi BCM menggunakan Swell Factor, kemudian dikalikan dengan jumlah unit angkut (N).
BCM/Jam = (LCM/Jam ÷ Swell Factor) × N
Explore All Games Application
Explore All Tools Application
By using any application, tool, or game available on www.appu.uk, you acknowledge and agree to the information and terms provided in our Privacy Policy, Disclaimer, Terms of Use, About Us, and Contact Us.